TITEL EKSEKUTORIAL

12 10 2016

 

  • Pelaksanaan Titel Eksekutorial.

Cara kedua ialah dengan mengajukan permohonan eksekusi hak tanggungan di pengadilan negeri dimana objek jaminan berada jika itu barang tidak bergerak. Cara ini sebaiknya ditempuh apabila memang benar-benar tidak dapat dilakukan negosiasi dengan debitur, adapun prosedur eksekusi titel eksekutorial adalah sebagai berikut:

  1. debitur lalai melakukan kewajibannya, dan telah diperingatkan oleh kreditur namun tetap lalai.
  2. Tidak terjadi kesepakatan tentang penjualan dibawah tangan, sehingga tidak ada harapan untuk melakukan penjualan dibawah tangan, atau debitur diketahui tidak koperatif.
  3. Kreditur mengajukan permohonan sita eksekusi kepengadilan negeri setempat.

Dalam permohonan tersebut pihak debitur harus menguraikan objek secara terperinci, rincian itu harus dibarengi dengan penyebutan identitas barang secara lengkap, meliputi: Jenis atau bentuk barang,  Letak dan batas-batasnya serta ukurannya dengan ketentuan, jika tanah yang bersertifikat, cukup menyebut nomor sertifikat hak yang tercantum di dalamnya, Nama pemiliknya dan Taksiran harganya,

Serta melampirkan dokumen-dokumen sebagai berikut:

  • Akta pendirian Perusahaan
  • Sertifikat Hak
  • Sertifikat Hak Tanggungan
  • Fotocopy KTP debitur, KTP Direksi Bank yang menandatangani perjanjian Kredit
  • Akta Perjanjian Kredit
  • Akta Pengakuan Hutang debitur
  • Tanda terima penyerahan/ pencairan kredit
  • Somasi / Surat Peringatan ke debitur (Ke I, II, III dan terakhir)
  • Bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan
  • Ijin Mendirikan Bangunan (opsional)
  • Perincian Hutang terakhir berikut seluruh kewajiban debitur
  • Keterangan dari Bank bahwa obyek jaminan yang akan dilelang “Bebas dari sengketa”
  • Surat Kuasa khusus pengajuan permohonan sita eksekusi dan lelang
  • Foto dari obyek yang akan dilelang.
  1. Sebelum diputus maka Ketua pengadilan negeri akan memperingatkan pihak debitur untuk melakukan kewajibannya, dengan jangka waktu selama-lamanya 8 hari ;
  2. Apabila tetap lalai maka Ketua Pengadilan Negeri berdasarkan permohonan Pemohon terlebih dahulu menyita eksekusi obyek yang akan dilelang (Pasal 197 ayat (1) HIR).

Sebelum sita eksekusi dilaksanakan, Panitera atau Juru Sita membuat SURAT PEMBERITAHUAN bahwa akan dilaksanakannya sita kepada pihak tereksekusi atau ahli warisnya minimal 5 (lima) hari sebelum sita dilaksanakan. Surat sebagaimana dimaksud juga diberikan kepada Lurah/Kepala Desa setempat agar mereka datang menghadiri pelaksanaan sita dan Kepada pihak Kepolisian guna hadir dalam pelaksanaan sita untuk kepentingan pengamanan jalannya proses penyitaan.

  1. Ketua Pengadilan Negeri memerintahkan kepada Panitera untuk mengajukan SURAT PEMBERITAHUAN PELAKSANAAN LELANG dan SURAT PERMOHONAN LELANG EKSEKUSI yang ditujukan kepada Kepala KPKNL setempat.

 

  • Pada saat Pelelangan:

Khusus untuk lelang eksekusi pengadilan, lelang hanya dapat dilaksanakan oleh Pejabat Lelang Kelas I, maka permohonan sebagaimana dimaksud hanya dapat diajukan oleh Ketua Pengadilan Negeri selaku Pemohon Lelang kepada Kepala KPKNL di wilayah kerja tempat objek lelang berada:

Adapun tahapan pada Lelang berdasarkan penetapan pengadilan adalah sebagai berikut:

  1. Panitera mengajukan SURAT PEMBERITAHUAN PELAKSANAAN LELANG dan SURAT PERMOHONAN LELANG EKSEKUSI yang ditujukan kepada Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) setempat, serta melengkapi berkas persyaratan pelaksanaan lelang eksekusi pengadilan, dengan melampirkan:
  • Salinan/fotokopi Penetapan Pengadilan tentang eksekusi lelang.
  • Salinan/fotokopi Penetapan/aanmaning/teguran kepada tereksekusi dari Ketua Pengadilan.
  • Salinan/fotokopi Penetapan sita oleh Ketua Pengadilan.
  • Salinan/fotokopi Berita Acara Sita;
  • Salinan/fotokopi perincian hutang/jumlah kewajiban tereksekusi yang harus dipenuhi;
  • Salinan/fotokopi pemberitahuan lelang kepada termohon eksekusi; dan
  • Asli dan/atau fotokopi bukti kepemilikan/hak.

 

  1. Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT)

Mengingat bahwa barang milik tereksekusi yang akan dilelang berupa benda tidak bergerak (tetap) yang dimiliki secara sah oleh tereksekusi, maka, adanya hak tersebut harus dibuktikan dengan dokumen bukti kepemilikan/hak terhadap objek yang akan di lelang. Sedangkan khusus untuk objek lelang tanah dan bangunan, baik yang telah bersertifikat ataupun belum, sebagai syarat untuk dapat dilaksanakannya lelang harus melampirkan Surat keterangan tanah (SKT) yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional setempat. Penerbitan SKPT oleh BPN setempat tersebut didasarkan pada SURAT PERMOHONAN PENERBITAN SKPT yang dibuat oleh KPN melalui Panitera Pengadilan Negeri dan ditujukan kepada Kantor Pertanahan setempat.

 

  1. Penentuan Nilai Limit dan Uang Jaminan Lelang

Uang jaminan ditentukan oleh penjual/pemilik barang dengan perhitungan minimal 20% dan maksimal 50% dari perkiraan harga limit. Sedangkan khusus lelang eksekusi, besaran harga limit tesebut harus bersifat terbuka dan dicantumkan pada pengumuman lelang. Sedangkan penyetoran uang jaminan penawaran tersebut disetorkan kepada bendahara penerima di KPKNL paling lambaat 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang melalui rekening yang sudah ditetapkan pada pengumuman lelang yang bersangkutan;

 

  1. Pengumuman Lelang dan Bea Lelang

Pengumuman Lelang sebagaimana disebut dalam hal ini adalah pengumuman lelang yang dibuat oleh Panitera pengadilan negeri sebagaimana di perintahkan oleh ketua pengadilan negeri.

Sedangkan mengenai kewajiban pembayaran biaya-biaya yang harus dikeluarkan terhadap pelaksanaan lelang dibebankan kepada peserta lelang yang disahkan sebagai pembeli, biaya-biaya yang wajib dibayar tersebut yatu:

  • Harga lelang
  • Bea lelang
  • Pungutan lain yang diatur berdasarkan peraturan perundangan yang berlaku

 

  1. Pelaksanaan Lelang

Penawar yang mengajukan penawaran tertinggi akan ditunjuk sbg pemenang lelang yang kemudian akan disahkan sebagai pemenang lelang oleh pejabat lelang, Dalam hal terdapat beberapa peserta lelang yang                 mengajukan penawaran tertinggi sama secara tertulis yang melampaui nilai limit, pejabat lelang berhak menentukan satu pembeli lelang dengan melakukan penawaran secara lisan naik-naik yang hanya diikuti oleh mereka yang  melakukan penawaran tertinggi sama.

 

  1. Tata Cara Pembayaran dan Penyetoran Uang Hasil Lelang.
  • Menurut SK Menkeu No.304/KMK01/2002 Pasal 41 dinyatakan bahwa pembayaran uang hasil lelang dilakukan tunai atau dengan cek/giro selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja setelah pelaksanaan lelang.
  • Pembayaran diluar ketentuan di atas hanya dapat dibenarkan setelah mendapat ijin dari Dirjen atas nama Menteri keuangan. Pembayaran ini lebih lanjut diatur dengan keputusan Dirjen.
  • Pembeli yang tidak dapat memenuhi kewajibannya setelah ditetapkan sebagai pemenang lelang tidak diperbolehkan mengikuti lelang diseluruh wilayah Indonesia selama 6 (enam) bulan.
  • Penyetoran hasil bersih lelang kepada penjual selambat-lambatnya 3 (tiga) hari kerja setelah pembayaran diterima oleh bendaharawan penerima.
  • Bendahara penerima menyetorkan bea lelang dan pajak PPh ke Kas Negara selambat-lambatnya dalam waktu satu hari kerja setelah pembayaran diterima.

 

  1. Setiap pelaksanaan lelang dibuat Risalah Lelang oleh Pejabat Lelang

Produk risalah lelang ini dapat berupa :

  • Minut Risalah Lelang adalah asli risalah lelang yang terdiri dari bagian kepala, bagian badan dan bagian kaki risalah lelang lengkap dengan lampiran-lampirannya.
  • Petikan risalah Lelang adalah turunan risalah lelang yang diberikan kepada pembeli yang memuat bagian kepala, badan yang khusus menyangkut pembeli bersangkutan dan kaki risalah lelang
  • Kutipan Risalah Lelang adalah turunan risalah lelang yang dikirim kepada superintenden sebagai laporan yang memuat bagian kepala dan kaki risalah lelang
  • Salinan Risalah Lelang adalah turunan dari keseluruhan risalah lelang yang diberikan kepada penjual
  • Grosse Risalah Lelang adalah salinan risalah lelang yang memuat irah-irah “ Demi Keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa“ dan diterbitkan atas permintaan pembeli atau kuasanya

 

  • Kelebihan, Kelemahan dan kendala-kendala dalam Titel eksekutorial.
    • Kelebihan

Dalam proses titel eksekutorial terdapat kelebihan yang lebih menjamin kepastian hukum bagi kreditur  yang ingin melakukan eksekusi jaminan demi pelunasan hutang debitur, adapunkelebihan adalah sebagai berikut:

  1. Pelaksanaan eksekusi dapat dilakukan dengan upaya paksa, karna melibatkan Panitera, Jurusita, dan Kepolisian jika diperlukan;
  2. Memberikan kepastian hukum bagi kreditur dalam hal pelaksanaan lelang;
  3. Permohonan lelang, pengumuman lelang dilakukan oleh ketua pengadilan negeri setempat.

 

  • Kelemahan

Selain kelebihan tersebut titel ekssekutorial juga memiliki kelemahan, adapun kelemahan titel eksekutorial berupa:

  1. Biaya yang harus dikeluarkan oleh kreditur sebagai pemohon lebih besar, adapun biaya tersebut adalah biaya-biaya berikut:
  2. Panjar biaya permohonan sita eksekusi di pengadilan negeri setempat, biaya ini disesuai kan dengan besaran yang ditetapkan pada Pengaddilan setempat,
  3. Biaya surat peringatan oleh Pengadilan negeri (aanmaning)
  4. Biaya sidang Pemeriksaan Setempat ( PS) tergantung kepada permohonan atau permintaan majelis. Besaran biaya ditentukan berdasarkan jarak objek dengan Pengadilan negeri
  5. Baiaya pengumuman, pengumuman melalui surat kabar.
  6. Membutuhkan waktu dan proses yang panjang, karena melalui proses permohonan penetapan sita eksekusi melalui Pengadilan negeri hingga proses lelang.

 

  • Hambatan

Adapun hambatan-hambatan yang mungkin dalam titel eksekutorial adalah tidak kunjung terjualnya objek lelang/lelang tidak ada peminat yang disebabkan oleh beberapa hal, atau tidak ada penawaran dari  sehingga harus dilakukan permohonan lelang ulang.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: